0 notes &
Salam Ukhuwah – Perjalanan Kecil Perempuan Itu
Perempuan itu jauh merantau ke Jakarta untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta. Sambil menyelesaikan tugas akhirnya, perempuan itu mengikuti program magang di sebuah Kantor Akuntan Publik (KAP).
Jarak tempuh antara kost dan tempat magang perempuan itu tidak begitu jauh, sehingga ia lebih senang berjalan kaki setiap pagi dan sorenya. Perempuan itu membutuhkan waktu 30-40 menit di saat teman lainnya hanya berjalan dalam 20 menit untuk menuju kantor yang sama. Yaa, perempuan itu mungkin berjalan dengan sangat lambat.
Perempuan itu cukup senang dengan perjalanan pagi dan sorenya itu. Menyusuri komplek rumah tempat kost-nya, perempuan itu bertemu dengan ibu tetangga penjual nasi uduk, ibu ibu tetangga yang sedang menyapu halaman, ibu tetangga yang sedang menyuapi anaknya, bapak tetangga yang sedang menyiram tanaman, bapak tetangga penarik becak dan odong2, penjual bubur, penjuall nasi goreng, bapak yang akan mengantar anak pergi ke sekolah, ataupun beberapa balita yang tiba-tiba mencium tangannya. Perempuan itu selalu berkata, “Mari, Bu/Pak..” menunjukkan rasa permisi, hingga terkadang muncul percakapan kecil.
Perempuan itu : “Mari, Bu/Pak.”
Ibu/Bapak : “Mari mari. Berangkat?”
Perempuan itu : “Iya, pak.”
Ibu/Bapak : “Hati-hati ya, neng.” atau “Sukses ya, nak.”
Perempuan itu : “Iya, Bu/Pak. Mari :)”
Subhanallah, percakapan kecil itu tanpa sengaja berakhir dengan doa untuk perempuan itu. Doa kecil agar perempuan itu selamat dalam perjalanan dan berhasil dalam pekerjaannya.
Keluar dari kompleks rumah-rumah itu, perempuan itu terkadang bertemu dengan teman sekampusnya. Sekedar bertanya kabar dan apa kesibukannya saat ini. Dari temannya, perempuan itu mendapat berita suka maupun duka tentang teman lainnya.
Cerita lain ketika perempuan itu bertemu dengan perempuan lainnya yang tidak ia kenal. Hampir setiap hari, perempuan itu bertemu dengan beberapa perempuan berjilbab lebar. Entah mengapa, meskipun tidak kenal satu sama lain, refleks senyuman muncul diantara keduanya, perempuan itu dan perempuan bergamis atau berjilbab lebar. Yaa, seperti bertemu dengan saudara sendiri rasanya. Dan pertemuan itu membuat si perempuan itu selalu ingin belajar menjadi lebih baik setiap harinya.
Yaa, perjalanan kecil itu memberikan sedikit pelajaran bagi si perempuan itu mengenai makna dan keindahan ukhuwah.
Salam,
Perempuan itu.